Reynold Sumayku adalah fotografer, penulis, editor, juri lomba foto, kurator, serta pembicara fotografi dan jurnalistik. Bercita-cita menjadi wartawan sejak bergabung dengan kelompok pencinta alam di sekolah menengah atas dan universitas. Menekuni dunia reportase dan fotografi secara otodidak. Menjadi kontributor teks dan foto untuk media massa sejak 1996, di antaranya tabloid Fantasi, majalah Intisari, dan tabloid GO (Gema Olahraga). Pada 1998-2000, ia bergabung dengan majalah remaja Anita Cemerlang sebagai staf redaksi, lalu dua situs perjalanan berusia pendek yakni ilaga.com dan travoo.com, disusul tiga bulan menjalani pendidikan wartawan di tabloid Bola.

Sejak 2000, bergabung bersama tabloid Soccer dengan posisi terakhir sebagai redaktur. Pada 2005 berpindah ke National Geographic-Indonesia dan pernah menjalani tiga posisi resmi: text editor, photographer, serta photo editor. Pada 2014, tergabung dalam Tim Formatur persiapan Kongres Fotografi Indonesia, yang kemudian melahirkan Masyarakat Fotografi Indonesia (MFI).

Menjelang akhir 2014, penulis mengundurkan diri dari Grup Majalah—Kompas Gramedia, untuk kembali freelance. Karyanya antara lain dimuat di nationalgeographic.com, BBC, Le Figaro, The Sunday Telegraph, Geographical (UK), Action Asia, atau CNN Indonesia. Sesekali ia juga bekerja paruh waktu untuk beberapa kementerian, lembaga nonpemerintah, maupun korporasi. Pada April 2016, termasuk di antara 10 wartawan Asia (satu-satunya fotografer) yang diundang oleh United Nations Environment Programme (UNEP) untuk meliput proses pembangunan kembali Nepal setahun setelah gempa 2015.